Showing posts with label MUHASABAH DIRI. Show all posts
Showing posts with label MUHASABAH DIRI. Show all posts

Saturday, March 13, 2010

5 PERKARA YG DISEGERAKAN BALASANNYA



Daripada Ibnu Omar R.A. berkata: Berhadap Rasulullah SAW kepada kami (pada suatu hari) kemudian baginda bersabda (maksudnya): “Wahai kaum Muhajirin, lima perkara kalau kamu telah dibalakan dengannya (kalau kamu telah mengerjakannya), maka tiada kebaikan lagi bagi kamu. Dan aku berlindung dengan Allah SWT semoga kamu tidak menemui masa itu. Perkara-perkara itu ialah:

1. Tiada terzahir (nampak) penzinaan pada suatu kaum sehingga mereka berani berterus-terang melakukannya, kecuali mereka akan ditimpa penyakit Tha’un yang cepat merebak di kalangan mereka, dan mereka akan ditimpa penyakit-penyakit yang belum pernah menimpa umat-umat yang terdahulu.

2. Dan tiada mereka mengurangkan sukatan dan timbangan, kecuali mereka akan dibalakan dengan kemarau dan susah mencari rezeki dan kezaliman daripada kalangan pemimpin mereka.

3. Dan tiada menahan mereka akan zakat harta benda kecuali ditahan untuk mereka air hujan dari langit. Jikalau tidak ada binatang (yang juga hidup di atas permukaan bumi ini) tentunya mereka tidak akan diberi hujan oleh Allah SWT.

4. Dan tiada mereka mungkir akan janji Allah dan Rasulnya kecuali Allah akan menguasakan ke atas mereka musuh mereka, maka musuh itu merampas sebahagian dari pada apa yang ada di tangan mereka.

5. Dan apabila pemimpin-pemimpin mereka tidak melaksanakan hukum Allah yang terkandung dalam Al-Qur’an dan tidak mahu menjadikannya sebagai pilihan, maka (di saat itu) Allah akan menjadikan peperangan di kalangan mereka sendiri.”

(Hadith riwayat Ibnu Majah)


Keterangan hadith:

1. Penyakit taun dan Aids adalah berpunca dari banyak berlakunya penzinaan.

2. Kesukaran mencari rezeki dan kezaliman pimpinan adalah berpunca drpd rakyat yg mengurangkan sukatan dan timbangan.

3. Kemarau panjang adalah berpunca dari tidak mengeluarkan zakat.

4. Kemampuan musuh mengambil sebahagian dari apa yang dimiliki oleh kaum Muslimin adalah berpunca daripada mereka mengkhianati janji-janji mereka kepada Allah SWT.

5. Perang saudara yang berlaku di kalangan kaum Muslimin adalah berpunca daripada mengenepikan hukum-hukum Allah SWT dan tidak mahu menjadikan Al-Qur’an sbg undang2 dalam kehidupan.


Kitab rujukan: 40 Hadith Peristiwa Akhir Zaman (Abu Ali Al-Banjari An-Nadwi) terbitan Khazanah Banjaria.



Notakaki: Gejala sosial serta penzinaan sememangnya agak berleluasa di akhir zaman ini. Rasa malu dan takut pd azab seksaan di neraka seolah-olah tidak wujud lagi dalam diri mereka ini... Begitu juga dengan permasalahan serta persengketaan yg wujud di kalangan Muslimin, sememangnya tidak dapat dinafikan, sedikit-sebanyak berpunca daripada sikap Muslimin itu sendiri yg lebih mengutamakan hukum-hukum duniawi ciptaan manusia berbanding mengikut sepenuhnya hukum-hukum yg telah ditetapkan Allah dalam kitab Al-Qur’an Al-Karim. Sama2lah kita renungkan, serta berusaha menghindari lima perkara ini, mudah2an hidup kita selamat dan terhindar drpd diturunkan bala oleh Allah SWT.

Sunday, February 28, 2010

TWO MEN AND THE INCRIDIBLE LIGHTNESS OF (JUST) BEING



Two men, both seriously ill, occupied the same hospital room. One man was allowed to sit up in his bed for an hour each afternoon to help drain away fluid from his lungs. His bed was next to the room's only window while the other man spent all his time flat on his back.

The men passed the time by talking for hours on end. They spoke of their wives and families. Their homes, their jobs, their involvement in military service, and where they had traveled on vacation. In the afternoon, when the man by the window could sit up, he would describe all the things he could see outside.

The man who was kept flat on his back began to live for the one-hour periods when his world would be broadened and enlightened by all the activity and color described to him about the world outside. The bed-ridden man was told how the window overlooked a park with a lovely lake. Ducks and swans played on the water while children sailed their model boats. Young lovers walked arm in arm amidst flowers of every color of the rainbow. Grand old trees graced the landscape, and a fine view of the city skyline could be seen in the distance.

As the man by the window described all this in exquisite detail, the man on the other side of the room would close his eyes and imagine the picturesque scene. One warm afternoon the man by the window described a parade passing by. Although the other man couldn't hear the band - he could see it in his mind's eye as the gentleman by the window portrayed it with perfectly detailed and descriptive words.

Within time, a sinister thought entered the bed-ridden man’s mind. “Why should the other man alone experience all the pleasures of seeing everything while he was never allowed to see anything?” he thought. It did not seem fair to him that he could not also be by the window and take in the beauty of the outside world.

At first the man felt ashamed. But as the days passed and he missed seeing more sights, his envy eroded into resentment and soon turned him sour. He began to brood and he found himself unable to sleep. "I should be by that window," he thought day after day. That single thought, and that thought alone, now controlled his life. Late one night as he lay staring at the ceiling, the man by the window began to cough. He was choking on the fluid in his lungs. The other man watched in the dimly lit room as the suffocating man by the window groped for the button to call for help. Listening from across the room, the prone man never moved. He never pushed his own button, which would have brought the nurse. In less than five minutes the coughing and choking stopped along with the sounds of breathing. There was now only silence.

The following morning the day nurse arrived and found the lifeless body of the man by the window. She was saddened by his death and called the hospital attendants to take him away. As soon as it seemed appropriate, the other man asked if he could be moved next to the window. The nurse was happy to make the switch, and after making sure he was comfortable, she left him alone. Slowly, and painfully, he propped himself up on one elbow to take his first look at the glorious world outside that had been so painstakingly described to him. He would finally have the joy of seeing the outside world for himself. He strained against his weak and stiffened body and slowly turned to look out the window beside the bed. Finally peering over the windowsill, his face washed with pain as his gaze met a blank wall. He lay back down and thought about the man that had died, trying to understand how he could have made up such stories and remember the things he had spoke of.

The next day, the man asked the nurse what could have compelled his deceased roommate to lie and described such wonderful things outside this window when it only looked upon a blank wall. The nurse informed him that the man was blind and could not even see the wall.

She then added, "Perhaps he just wanted to share with you the wonderful things that he had remembered seeing during his life."


***********************************

Epilogue... You may interpret this story in any way you like, however one moral stands clear. The enemy of our human experience is this unending need to have more than our fellow man. Greed shows itself in many forms, and always tends to destroy more than it brings. What pain has it brought you? What have you given back to the world around you, and who in your community could benefit from just an hour a day? We spend most of our lives trying to collect things and stuff that has no hope in bringing us the joy of one day with close family or friends. This time on earth is so very short, and every day we waste over half of it on sleep and work. What have you given back to your little part of the world today?


There is tremendous happiness in making others happy,
despite our own situations.
Shared grief is half the sorrow,
but happiness when shared, is doubled.
If you want to feel rich,
just count all the things you have that money can't buy.


“TODAY IS A GIFT, THAT IS WHY IT IS CALLED THE PRESENT”


Tuesday, February 16, 2010

PELIKNYA UMAT INI…



Peliknya umat ini...
Bola punya hal, pukul 3 pagi pun boleh bersengkang mata.
Bola punya hal, ringan aje tubuh untuk bangun
di waktu ayam pun tak bangun lagi.

Tapi, pukul 3 pagi akan jadi terlalu berat untuk bangun
jika disuruh tahajjud 2 rakaat,
dan di waktu hendak bangun sahur
juga cukup menyeksakan baginya.


Peliknya umat ini...
Menangis teresak-esak sebab penyanyi pujaan
terkeluar dari Akademi Fantasia.
Air mata sungguh murah melimpah
apabila artis pujaan turut menangis.

Namun, berapa sangatlah umat ini yang sudi
melinangkan air matanya sebagai taubat kepada yang Esa?
Berapa sangatlah umat ini yang menangisi
kerana kematian seseorang ulama dan solehin?


Peliknya umat ini...
SMS berpuluh ringgit dengan senang hati dihantar,
janji penyanyi pujaan terpilih.
Jari-jemari begitu ringan menaip
nama penyanyi pilihan dan nombor undian.

Tapi, jari-jemari begitu berat untuk mengambil RM1
untuk dimasukkan ke dalam tabung masjid.
Tangan begitu kaku untuk
menghulurkan seringgit dua ke jalan Allah.


Peliknya umat ini...
Gembira ibubapa sebab anak mereka
pandai menyanyi dan pandai main piano.
Sedih sekali ibubapa apabila anak mereka
tidak dapat masuk Akademi Fantasia.

Namun, tidak ramai umat ini yang sedih
jika zuriat mereka buta al-Qur’an.
Tidak ramai umat ini yang resah
jika anaknya tidak tahu sujud kepada yang Esa.


Peliknya umat ini...
Sanggup bersesak-sesak dan berhimpit-himpit
di padang konsert hiburan.
Sanggup memberi komitmen
memenuhi dan memeriahkan konsert hiburan.

Namun sedihnya, 'program' Allah 5 kali sehari di Masjid
tidak pula mendapat sambutan meriah dari umat ini.
Mereka tidak sanggup untuk berdiri dalam saf
walaupun sekadar untuk 5 minit cuma.


Peliknya umat ini...
Setiap tahun adanya pertandingan tilawah al-Qur’an
tak cukup peringkat kebangsaan,
dibuat pula peringkat antarabangsa.
Tapi, dengan al- Qur’an, masih lagi bersikap
ikut selera mana rasa elok, barulah diamalkan,
mana rasa tak elok untuk nafsu, sekadar baca sajalah.


Peliknya umat ini...
Setiap tahun mereka sanggup
menjadi penunggu setia kepada jam 12 malam
pada hari merdeka dan tahun baru.
Detik saat jam 12, saat yang ditunggu-tunggu
tanpa berkedip mata melihat jam besar.
Tepat jam 12, mereka akan bersorak ramai-ramai
tak kira lelaki mahupun perempuan.

Namun sedihnya, tidak ramai yang mampu dan mahu
menunggu waktu solat lebih awal di masjid.


Peliknya umat ini...
Setiap kali baca fakta dan kenyataan yang benar
tentang bangsa dan saudara seIslam,
pasti ada suara-suara sumbang dan lantang
yang cuba mempertikaikannya
umpama menegakkan benang yang basah.

Namun tidak ramai pula umat ini
yang mahu memikirkan kebenarannya
serta berazam mengubah sikap diri dan bangsa
sekaligus mempertahankan agama.




Sama-samalah kita renungkannya… Apakah kita juga termasuk dalam golongan 'umat ini' yang begitu pelik sikap dan tindakannya?? Bermuhasabahlah, dan berazamlahlah dengan bersungguh-sungguh untuk berubah ke arah kehidupan yang lebih baik dan diredhai-Nya… (peringatan buat diri sendiri terutamanya)

Monday, February 15, 2010

10 NASIHAT UNTUK ORANG BERCINTA


Berikut adalah nasihat2 berguna untuk orang-orang yang bercinta:

1) Janganlah kamu membiarkan kemanisan bercinta dihirup sebelum kamu berkahwin dengan 'si dia'.

2) Bercintalah kamu dengannya dengan sekadarnya. Kelak mungkin 'si dia' bukan jodoh untukmu.

3) Jika kamu ingin berbahagia seumur hidup, tahanlah dirimu untuk berbahagia sebelum kamu berhak menjadi milik 'si dia'.

4) Jika kamu menyintainya, binalah asas perkahwinan dengan tidak melaggar syariat-Nya.

5) Kebahagiaan yang kamu lihat sebelum berkahwin hanya palsu, yang hakikinya adalah selepas kamu diijabqabulkan.

6) Jikalau kamu inginkan pasangan hidupmu yang terbaik untukmu, maka kamulah yang patut menjadi yang terbaik dahulu.

7) Membina keserasian sebelum berkahwin bukanlah dengan cara ber'dating', cukuplah sekadar kamu tahu apa yang perlu kamu tahu.

8) Bercintalah untuk mencapai cinta-Nya.

9) Jika kamu masih belum bercinta, tahanlah dirimu untuk bercinta sehingga yakin cinta tersebut membawamu ke gerbang perkahwinan.

10) Jangan biarkan nafsumu dengan cinta yang tidak diterima di sisi Allah, kelak Allah akan tarik kebahagian darimu.

p/s: Setiap nasihat ini mungkin tidak relevan kepada seseorang, namun ada kemungkinannya ia juga relevan kepada seseorang yang lain.

Sumber: iluvislam.com

***************************************


Sahabat-sahabat sekalian, marilah sama-sama kita bermuhasabah diri… tanyalah diri masing-masing… Cintakah kita kepada si dia? Apakah kita sudah layak dianggap sudah mencintai-Nya dan Rasul-Nya? Sebesar manakah cinta kita kepada Dia dan Rasul-Nya? Adakah kita sudah layak mengakui bahawa kita amat cintakn Dia dan Rasul-Nya? Kalau kita masih belum layak, maka sedarilah hakikat bahawa kita juga masih belum boleh mengakui cinta kita kepada si dia…

Tidak dinafikan, soal perasaan memang agak sukar nak ditahan. Semakin kuat kita menahannya, semakin banyak dugaan yang datang. Sentiasalah ingatkan diri, mana mungkin mencintai orang lain sebelum mencintai diri sendiri, dan mana mungkin mencintai diri sendiri andai belum mendapat cinta Ilahi… Semoga kita semua dijauhkan daripada cinta yang palsu… Carilah cinta Allah, kerana dengan mencintai Allah, kita akan dapat mencintai makhluq-Nya juga. InshaAllah…

Sahabatku… ALLAH memujukmu, at-toyyibaat littoyibiin (an-Nuur:26)... Wanita yang baik dijanjikan untuk lelaki yang baik, dan begitulah sebaliknya… Telah tercatat seungkap nama lelaki/ perempuan di loh mahfuz untukmu. Cuma peribadinya ditentukan sejauh mana ketinggian peribadimu. Oleh itu jika kamu thabat di atas jalan ALLAH, inshaALLAH, si dia turut di jalan yang sama.. Lupakanlah segala kegundahan, teguhkanlah diri kepada cinta hakiki, nescaya cinta lelaki/perempuan soleh/solehah akan turut kamu miliki... Ingatlah.. ALLAH menyayangimu… senyum dan bersabarlah kamu pada sinar yang menantimu di masa hadapan...

Oleh itu sahabat-sahabat sekalian, janganlah sibukkan diri kita dengan hal-hal yang sudah pasti (jodoh pertemuan ajal maut)… tetapi sebaliknya sibukkanlah diri kita dengan hal yang masih belum pasti (akhirat)… Semoga kita semua sentiasa dalam lindungan-Nya… aamiiiin…

Friday, February 12, 2010

MUSLIMAH SEJATI...



# Muslimah sejati bukan dilihat dari kecantikan dan keayuan paras wajahnya, tetapi dilihat dari kecantikan dan ketulusan hatinya yang tersembunyi.

“Allah tidak melihat kepada tubuh kalian dan tidak pula kepada bentuk kalian. Allah hanya melihat kepada hati dan perbuatan kalian.” (Hadith riwayat Muslim)

# Muslimah sejati tidak dilihat dari bentuk tubuh badannya yang mempersonakan, tetapi dilihat dari sejauh mana ia menutupi bentuk tubuhnya yang mempersona itu.

Berdasarkan ayat 31, surah An-Nuur, Abdullah ibn Abbas, Ibn Omar, Atha, Ikramah dan lain-lainnya berpendapat: Seseorang wanita Islam hanya boleh mendedahkan wajah, dua tapak tangan dan cincinnya di hadapan lelaki yang bukan mahramnya. (As-Syeikh Said Hawa di dalam kitabnya Al-Asas fit Tafsir)

# Muslimah sejati bukan dilihat dari kekhuwatirannya digoda orang di tepi jalanan, tetapi dilihat dari kekhuwatiran dirinyalah yang mengundang orang lain jadi tergoda.

“Dan katakanlah kepada perempuan-perempuan yang beriman, hendaklah mereka menundukkan pandangan mereka (daripada memandang yang haram), dan menjaga kehormatan (kemaluan) mereka (tidak berzina atau mendekati zina)...” (Surah An-Nuur: 31)

# Muslimah sejati bukan dilihat dari keberaniannya dalam berpakaian grand, tetapi dilihat dari sejauh mana ia berani mempertahankan kehormatannya melalui apa yang dipakainya.

“...Dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutup kain tudung (khumur) ke dada mereka, dan janganlah menampakkan perhiasan mereka kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau hamba abdi yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan lelaki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap perempuan), atau anak-anak yang belum mengerti aurat perempuan. Dan janganlah mereka berjalan sambil mengoyangkan kaki mereka agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan...” (Surah An-Nuur: 31)

# Muslimah sejati bukanlah dilihat dari seberapa indah lantunan suaranya, tetapi dilihat dari apa yang sering mulutnya bicarakan.

“Janganlah perempuan-perempuan itu terlalu lunak dalam berbicara sehingga berkeinginan (menghairahkan) orang yang ada perasaan dalam hatinya, tetapi ucapkanlah perkataan-perkataan yang baik.” (Surah Al-Ahzab: 32)

# Muslimah sejati bukanlah dilihat dari seberapa banyak dan besarnya ujian yang ia jalani, tetapi dilihat dari sejauh mana ia menghadapi ujian itu dengan penuh rasa redha dan kehambaan kepada Tuhannya.

“Tidak ada sesuatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah; dan barang siapa yang beriman kepada Allah, nescaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui setiap sesuatu.” (Surah At-Taghabun: 11)

# Muslimah sejati bukanlah dilihat dari sifat mesranya dalam bergaul, tetapi dilihat dari sejauh mana ia mampu menjaga kehormatan dirinya dalam bergaul.

“Sesungguhnya kepala yang ditusuk dengan besi itu lebih baik daripada menyentuh kaum yang bukan sejenis yang tidak halal baginya.” (Hadith Riwayat At-Tabrani dan Baihaqi)



Kata hati: Wujudkah ciri-ciri muslimah sejati ini dalam diri ini? Ya Allah, bimbinglah daku... peliharalah daku... lindungilah daku... semoga diriku thabat di jalan-Mu, istiqamah melaksanakan perintah-Mu... aamiiin...


Sunday, February 7, 2010

APA ALAMAT TETAP KITA?


Tahukah kita, pada saat dan ketika ini, satu angkatan tentera sedang menuju ke arah kita? Datangnya bala tentera ini, tak lain tak bukan, adalah untuk menamatkan riwayat hidup kita! Langkahnya tidak pernah henti, malahan semakin hari semakin dekat, dan hentakan kakinya boleh menggoncangkan jantung kita, mengkocakkan hati kita…

Angkatan tentera ini sedang melangkah setapak demi setapak ke arah kita… tujuannya hanya satu, iaitu untuk ‘membunuh’ kita! Tiada seorang pun yang boleh menghindarinya.. Tiada mana-mana bala tentera pun yang bisa menandinginya.. Tiada sebarang kerajaan dunia pun yang dapat menghalangnya…

Itulah “tentera malaikat maut” yang menjalankan perintah Allah untuk memayatkan kita kerana kita sebenarnya telahpun dijatuhkan hukuman mati sebelum kita lahir lagi! Ya, itulah hakikat yang perlu kita terima: kita telah dijatuhkan hukuman mati sejak dari dalam perut ibu lagi!

Tetapi manusia sering leka dan alpa. Pada waktu tengahari, ketika azan zuhur sedang berkumadang, mereka memenuhi bank Islam, zoo Islam, pasaraya Islam, kedai makan Islam, muzium Islam, perpustakaan Islam… sedangkan rumah Tuhan orang Islam masih banyak saf yang kosong..

************************

Kita terlupa, walau apa juga yang sedang kita lakukan, malaikat maut dan bala tenteranya sedang mara dan langkah mereka tak akan pernah terhenti menghampiri kita.

Kita juga barangkali terlupa bahawa angkatan tentera malaikat maut inilah yang telah mematahkan leher orang-orang yang zalim dengan MATI, dan juga telah mematahkan pinggang raja-raja di singgahsana, juga dengan MATI.

Dengan perintah dan izin daripada Allah SWT, malaikat maut menamatkan cita-cita manusia yang mempunyai sejuta impian yang hebat, dengan MATI.

MAUT akan menghantar kita dari mahligai yg tinggi ke lubang kubur di bawah bumi…
MAUT akan menghantar kita dari tempat yg bercahaya dan mempunyai eletrik ke bawah tanah yang gelap-gelita…
MAUT akan menghantar kita dari dunia yg penuh dengan pembantu, pekerja, mahupun kuli yang taat, ke ruang yg sempit terperangkap sendirian bertemankan ulat dan cacing...
MAUT juga telah menukar makan minum yang lazat kepada debu-debu yang akan menerjah ke mulut yang dipenuhi air busuk…

Tidak ada lagi sesiapa di sisi...
Sebaliknya kita akan dibiarkan sendirian di sana…
Terpengkap dalam kesunyian dan kegelapan yang menakutkan…


************************
Matahari mulai tergelincir. Kelihatan manusia mulai pulang dari tempat kerja masing-masing... Ada yang cedera di tempat kerja, tetapi esok akan tetap datang bekerja. Ada yang bertekak dan bergaduh di tempat kerja, tetapi esok akan tetap datang lagi dan teruskan bekerja seperti biasa...

Tapi dalam hal berkaitan agama, lain pula jadinya. Pernah lihat ada yang cedera disebabkan agama? Dan jika berlaku pergaduhan di masjid ekoran berbeza fahaman agama, lalu kenapa berhenti daripada terus datang ke masjid?


************************
Wahai manusia yang dikurniakan aqal fikiran, tahukah kalian siapakah orang yang paling “bodoh”? Ya, tepat sekali! Orang yang paling “bodoh” ialah orang yang sering melupakan mati, dan lupa untuk membuat persediaan sebelum dirinya menjadi mayat. Tidak mengapa diri menjadi mayat yang hodoh, tetapi janganlah dibiarkan diri menjadi mayat yang “bodoh” lagi hodoh...

Maka sebelum diri menjadi mayat yang bodoh lagi hodoh, kita semua harus memasukkan isu-isu berkaitan kematian dalam kehidupan harian kita, agar kita sentiasa mengingati mati, lalu membuat persiapan sebelum menjadi mayat.

Kerana, dalam dunia ini terdapat ramai manusia yang perasan sibuk dengan hal keduniaan, dan tidak suka dengan perbincangan mengenai mati kerana bimbang kelazatan dunia akan hilang. Jika dibincang tentang mati sekalipun, apa yang dibincangkan hanyalah tentang keburukan mati kerana dengan kematian itu, mereka akan kehilangan wang dalam bank, harta, tanah, anak isteri, kereta mewah, dan segala kelazatan dunia yang lainnya.


Maka pesan Nabi Muhammad SAW 1400 tahun yang lalu (lebih kurang maksudnya):

>> Orang yang paling bijak adalah orang yang mengingati Mati.
>> Dalam majlis-majils kamu, haruslah diadakan perbincangan mengenai perkara yang menghancurkan segala syahwat iaitu mati.
>> Ingatlah mati dengan kadar yang banyak, ia boleh menghapuskan dosa dan menghapuskan cinta dunia.
>> Jika kamu mengetahu apakah keadaan kamu selepas kamu mati, nescaya kamu tidak akan ada selera makan dan tidak dapat menikmati kelazatan air.
>> Ingatlah mati dengan kadar yang banyak, ia boleh menghapuskan perasan meminta minta.

************************

Tetapi manusia masih perasan sibuk… pada petang hari, setelah pulang dari kerja-kerja dunia yang memenatkan, manusia mulai menambah penat dengan bersukan sehingga Maghrib… dengan alasan nak hilangkan stress…

Dan pada waktu malamnya pula, manusia mulai bergerak mencari hiburan, juga untuk menghilangkan stress… Tengok wayang, tengok TV, lepak di kedai kopi, berkaroeke dan lain-lain lagi… “nak hilangkan stresslah bang, dah sehari suntuk bekerja…” itulah alasan yang sering diberikan sekiranya perbuatan mereka itu dipersoalkan.


************************
Sesungguhnya, sekiranya kalian menyedari bahawa diri kalian sdg diancam bunuh oleh sekumpulan “gangster”, apakah kalian masih mahu menghabiskan masa kalian berhibur dgn lagu2 yg hanya melalaikan kalian? Apakah kalian masih boleh berseronok di pusat hiburan? Masihkah??? Rasanya nak tidur pun tak lena jadinya…

Justeru itu, beringatlah selalu…walaupun mata kasar kita tidak dapat melihat kewujudan mereka, namun hakikatnya “tentera malaikat maut” sedikitpun tidak pernah mengundurkan diri mereka, bahkan langkah mereka semakin hari semakin dekat menghampiri kita. Langkah mereka adalah langkahan maut. Datangnya mereka tidak lain tidak bukan, adalah untuk ‘membunuh’ kita!

Namun kita pada ketika ini masih lagi leka dan alpa… masih boleh berseronok mencari hiburan duniawi di sana sini…

Di alam kubur sana nanti, ada yang ketika di dunia dahulu pandai menyanyi tetapi sekarang senyap membisu… ada yang melupakan mati tetapi sekarang sedang menjadi mangsanya…

Dan apa yang perlu kita takut dan risaukan pada ketika ini adalah, kita masih belum mengetahui akan apakah ALAMAT TETAP KITA…

Apa alamat tetap kita?

Syurga?

Atau Neraka?


************************

Pesan orang ‘alim, jika kita selalu terlupa pada hari kita menjadi mayat, maka sebelum menjadi mayat, hantarkanlah (sedekah, zakat, jihad) harta kita ke akhirat sebanyak-banyaknya, kerana tabiat hati yang terpaut pada harta, maka apabila harta telah dihantar ke kehidupan selepas menjadi mayat, maka hati pun akan merasa rindu untuk menjadi mayat, inshaAllah…

************************


Kata Hati: Kalau diperhatikan dunia akhir zaman ni, rasanya macam dah terlalu banyak tanda2 kecil Qiamat… terasa seperti Qiamat semakin hampir… apabila fikirkan Qiamat, terfikir juga ttg kematian… sungguh, adakalanya diri ini juga leka dgn hal-hal duniawi… mungkin sebab pandangan mata kasar tidak dapat melihat betapa “tentera malaikat maut” benar-benar menghampiri diri, mahu membunuh diri ini, maka diri seolah-olah lupa akan kewujudannya… (T_T) ya Allah, semoga diri ini masih lagi berada di jalan-Mu, mengumpul bekalan sbyk mungkin dalam menuju destinasi yang pasti… aamiiin…

Saturday, January 23, 2010

12 GOLONGAN YANG DIDOAKAN MALAIKAT



Pada hari Qiamat nanti, para malaikat akan memberikan syafa‘at, sebagaimana dijelaskan di dalam Sahih Muslim dan yg lainnya. Para malaikat juga akan memberikan syafa‘at di dunia, yg mana mereka akan memohonkan ampunan untuk semua orang mu’min. Di dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah, telah dijelaskan tentang dua golongan iaitu: pertama; golongan orang yg berbahagia, yakni mereka yg dido‘akan oleh para malaikat, dan kedua; golongan orang yg sengsara, yakni mereka yg dilaknat oleh para malaikat.




Apakah ciri-ciri golongan yang dido‘akan oleh para malaikat?


1) Orang yang tidur dalam keadaan bersuci.

Rasulullah SAW bersabda (maksudnya): "Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa "Ya Allah, ampunilah hamba-Mu si fulan kerana tidur dalam keadaan suci"
(Imam Ibnu Hibban meriwayatkan dari Abdullah bin Umar RA, hadith ini disahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Sahih At-Targhib wat Tarhib I/37)


2) Orang yang sedang duduk menunggu waktu solat.

Rasulullah SAW bersabda (maksudnya): "Tidaklah salah seorang di antara kalian yang duduk menunggu solat, selama dia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya: Ya Allah, ampunilah dia. Ya Allah, sayangilah dia"
(Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Sahih Muslim no. 469)


3) Org-org yg berada di saf barisan depan ketika solat berjamaah.

Rasulullah SAW bersabda (maksudnya): "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya berselawat kepada (orang-orang) yang berada pada saf-saf terdepan"
(Imam Abu Dawud (dan Ibnu Khuzaimah) dari Barra' bin 'Azib RA, hadith ini disahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Sahih Sunan Abi Dawud I/130)


4) Orang-orang yang menyambung saf pada solat berjamaah (tidak membiarkan sebuah kekosongan di dalam saf).

Rasulullah SAW bersabda (maksudnya): "Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu berselawat kepada orang-orang yang menyambung saf-saf"
(Para Imam iaitu Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Al-Hakim meriwayatkan dari Aisyah RA, hadith ini disahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Sahih At-Targhib wat Tarhib I/272)


5) Para malaikat mengucapkan 'Aamiiin' ketika seorang Imam selesai membaca Al-Fatihah.

Rasulullah SAW bersabda (maksudnya): "Jika seorang Imam membaca 'ghairil maghdhuubi 'alaihim waladh dhaalinn', maka ucapkanlah oleh kalian 'aamiiin', kerana barangsiapa ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka dia akan diampuni dosanya yang masa lalu"
(Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Sahih Bukhari no. 782)


6) Orang yang duduk di tempat solatnya setelah melakukan solat.

Rasulullah SAW bersabda (maksudnya): "Para malaikat akan selalu berselawat (berdoa) kepada salah satu di antara kalian selama dia ada di dalam tempat solat dimana dia melakukan solat, selama dia belum batal wudhu’nya, (para malaikat) berkata: 'Ya Allah, ampunilah dan sayangilah dia' "
(Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Al-Musnad no. 8106, Syaikh Ahmad Syakir mensahihkan hadith ini)


7) Org-org yg melakukan solat subuh dan asar secara berjamaah.

Rasulullah SAW bersabda (maksudnya): "Para malaikat berkumpul pada saat solat subuh lalu para malaikat (yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga subuh) naik (ke langit), dan malaikat pada siang hari tetap tinggal. Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu salat asar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga salat asar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal, lalu Allah bertanya kepada mereka, 'Bagaimana kalian meninggalkan hamba-Ku?', mereka menjawab, 'Kami datang sedangkan mereka sedang melakukan solat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan solat, maka ampunilah mereka pada hari Qiamat' "
(Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Al-Musnad no. 9140, hadith ini disahihkan oleh Syaikh Ahmad Syakir)


8) Org yg mendoakan saudaranya tnpa pengetahuan org yg didoakan.

Rasulullah SAW bersabda (maksudnya): "Doa seorang Muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan diqabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata 'aamiiin' dan engkau pun mendapatkan apa yang dia dapatkan'"
(Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Ummud Darda' RA, Sahih Muslim no. 2733)


9) Orang-orang yang berinfaq.

Rasulullah SAW bersabda (maksudnya): "Tidak satu hari pun di mana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali dua malaikat turun kepadanya, salah satu di antara keduanya berkata, 'Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfaq'. Dan lainnya berkata, 'Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang pelit' "
(Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Sahih Bukhari no. 1442 dan Sahih Muslim no. 1010)


10) Orang yang sedang makan sahur.

Rasulullah SAW bersabda (maksudnya): "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya berselawat (berdoa) kepada orang-orang yang sedang makan sahur" Insya Allah termasuk di saat sahur untuk puasa "sunnah"
(Imam Ibnu Hibban dan Imam At-Thabrani, meriwayaatkan dari Abdullah bin Umar RA, hadith ini disahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Sahih At-Targhiib wat Tarhiib I/519)


11) Orang yang sedang menjenguk orang sakit.

Rasulullah SAW bersabda (maksudnya): "Tidaklah seorang mu’min menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70,000 malaikat untuknya yang akan berselawat kepadanya di waktu siang pada bila-bila masa sahaja hingga petang dan di waktu malam pada bila-bila masa sahaja hingga subuh"
(Imam Ahmad meriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib RA, Al-Musnad no. 754, Syaikh Ahmad Syakir berkata, "Sanadnya sahih")


12) Seseorang yg sedang mengajarkan kebaikan kpd orang lain.

Rasulullah SAW bersabda (maksudnya): "Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah di antara kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya, dan bahkan ikan, semuanya berselawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain"
(Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari Abu Umamah Al Bahily RA, disahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Kitab Sahih At-Tirmidzi II/343)


Sumber: Syaikh Dr. Fadhl Ilahi, Orang-Orang yang Didoakan Malaikat, Pustaka Ibnu Katsir, Bogor, Cetakan Pertama, Februari 2005



Allah SWT berfirman (maksudnya), "Sebenarnya (malaikat-malaikat itu) adalah hamba-hamba yang dimuliakan, mereka tidak mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah-perintah-Nya. Allah mengetahui segala sesuatu yang di hadapan mereka dan yang di belakang mereka, dan mereka tidak memberikan syafa'at melainkan kepada orang-orang yang diredhai Allah, dan mereka selalu berhati-hati kerana takut kepada-Nya" (QS Al-Anbiyaa' 26-28)



Notakaki: Begitu mulianya kedudukan para malaikat, kerana mereka termasuk dalam golongan makhluq Allah Ta‘ala yang selalu diqabulkan do‘anya. Para malaikat tidak pernah berbuat sesuatu kecuali berdasarkan apa yang diperintahkan oleh Allah. Ini juga bermakna, para malaikat tidak pernah mendo‘akan seorang hamba kecuali orang-orang yang diredhai Allah. Maka lakukankanlah amalan-amalan yang membolehkan kita mendapat tempat dalam golongan orang-orang yang dido‘akan oleh para malaikat.

Tuesday, January 19, 2010

CINTA LUAR BIASA...



Cinta luar biasa..
Cinta seorang Kekasih kepada umatnya..
Hingga pada hembusan nafasnya yang terakhir..
Lidah Rasulullah menuturkan tanpa henti..
Ummati.. ummati.. ummati..


Cinta luar biasa..
Kisah cinta Handzalah..
Meninggalkan isteri di malam pernikahan..
Lantaran menyahut seruan jihad..
Akhirnya syahid di medan perjuangan..


Cinta luar biasa..

Seteguh kasih Khadijah..
Tak pernah jemu memberikan sokongan..
Rela mengorbankan segala kemewahan..
Di saat Rasulullah dan Islam dipinggirkan..


Cinta luar biasa..
Kisah kesetiaan Abu Bakar..
Kasih seorang sahabat yg tiada tandingan..
Insan yang sentiasa membenarkan..
Sewaktu kata-kata Rasulullah dipersendakan..


Cinta luar biasa..

Kisah ketabahan Hajar..
Ditinggalkan di tanah yang gersang bersama Ismail..
Bukti kasih seorang ibu yang berlarian mencari air..
Tatkala mendengar tangisan si anak kecil..


Cinta luar biasa..
Umpama keberanian Ali..
Di malam penghijrahan Nabi..
Menggantikan Rasulullah di tempat tidurnya..
Walaupun jiwa menjadi taruhan..

Cinta luar biasa..
Cinta Asiah, Masyitah dan Sumaiyyah..
Menggadaikan nyawa demi mempertahankan aqidah..
Iman di dada tak sedikit pun goyah..
Kerana keyakinan yang teguh atas segala janjiNya..


Kisah cinta luar biasa..
Insan pilihan yang berada di atas jalanNya..
Betapa tulusnya kasih, teguhnya jiwa..
Redha dan sabar menempuh segala ujian..
Merekalah insan yang memahami erti kemanisan iman..



Sejenak diri ini berfikir dan tertanya-tanya...
Apakah diri ini mampu meraih cinta luar biasa ini??
Bisakah cinta luar biasa ini digapai?

Tak tertanding rasanya diri ini dengan insan2 pilihan...
Kepayahan, ujian, cabaran, dugaan, dan halangan
Yang terpaksa mereka hadapi dan tangani
Dalam meningkatkan iman
Juga memperkukuhkan lagi taqwa...

Diri ini sedar serta mengakui hakikat...
Mereka insan2 pilihan...
Mereka insan2 hebat...
Agak mustahil untuk menjadi mereka...
Namun masih bisa mencontohi mereka...

Justeru itu diri ini kembali beringat...
Tanamkanlah mujahadah dalam jiwa,
Siramkannya dengan iman yang benar,
Kerana...
Hanya Allah sahajalah yang selayaknya menilai
Setiap usaha jua amalan kita… ^_^

Wednesday, January 13, 2010

BILA NAK BERIBADAH???



CUBA KITA RENUNGKAN BERSAMA...


1 HARI = 24 jam, 1 TAHUN = ?

12 Bulan
52 Minggu
365 Hari
8760 Jam
525600 Minit
31536000 Detik



Distribusi normal manusia meninggal dunia (tahun)

Kebanyakan manusia meninggal dunia antara usia 60 thn-70thn.
Jadi puratanya, manusia meninggal ketika berumur
± 65 thn.


Baligh

Bermulalah saat di mana seseorang itu diperhitungkan amal baik atau buruknya selama hidup di dunia

Laki-laki Baligh: ± 15 tahun
Wanita Baligh: ± 12 tahun


Usia yang ada untuk dicatit segala amal ibadah:

Mati - Baligh = (Baki Usia)
65thn – 15thn = 50 tahun


50 TAHUN DIGUNAKAN UNTUK APA?


Catatan:

50 tahun = 18250 hari = 458000 jam...

12 jam siang hari
12 jam malam hari
24 jam satu hari satu malam



Gambaran kasarnya:
Mari kita muhasabah bersama....



Waktu kita tidur: ± 8 jam/hari

Dalam tempoh 50 tahun, waktu yg digunakan untuk tidur:
18250 hari x 8 jam = 146000 jam = 16 tahun 7 bulan;
dibundarkan menjadi
17 tahun

Logiknya: Alangkah sayangnya waktu selama 17 tahun itu habis digunakan untuk tidur sedangkan kita kelak pastinya akan “tertidur” dari dunia ini untuk selamanya...


Waktu aktiviti kita di siang hari: ± 12 jam

Dalam tempoh 50 tahun, waktu yang digunakan untuk aktiviti:
18250 hari x 12 jam = 219000 jam =
25 tahun


Waktu rehat: ± 4 jam

Dalam tempoh 50 tahun, waktu yang digunakan untuk berehat:
18250 hari x 4 jam = 73000 jam =
8 tahun


Jumlah waktu yang digunakan:

17 tahun + 25 tahun + 8 tahun = 50 tahun


Lalu Bila Nak Beribadah???

Allah berfirman (maksudnya): "Tidak Aku ciptakan jin dan manusia, melainkan untuk beribadah kepada-Ku” (Adz-Dzariyat, 51:56)

Maut datang menjemput tak pernah bersahut...
Malaikat datang menuntut untuk merenggut...
Manusia tak kuasa untuk berkata-kata...
Allah lah yang akan menentukan Syurga atau Neraka...
Terimalah habuanmu seadanya,
Berdasarkan segala amalanmu ketika di dunia ini...


Memang benar, menuntut ilmu itu juga dikira ibadah andai benar niatnya adalah utk beribadah. Tetapi kebanyakannya belajar agar kelak mudah mendapat pekerjaan. Dlm erti kata lain, sekiranya belajar itu tidak membantu menambah pendapatan, barangkali seseorang itu tidak akan belajar...

Memang benar juga, bekerja mencari nafkah itu juga dikira ibadah. Tetapi bekerja yg bagaimana? Rata-ratanya kebanyakan org bekerja utk peroleh gaji yg tinggi lalu hidup dgn mewahnya, tetapi amat kurang sedeqahnya...



Kewajipan solat fardhu

Barangkali solat fardhu 5 waktu sehari semalam itu
dianggap sudah mencukupi...
Kerana kita fikir...
solat fardhu besar pahalanya...
solat merupakan amalan pertama yang akan disoal dan dihisab...
solat juga adalah jalan untuk membuka pintu syurga...

Tetapi pernahkah kita terfikir, bagaiaman pula dengan kualiti solat fardhu 5 waktu yg kita tunaikan tu? Adakah solat-solat yg kita kerjakan itu semuanya mencukupi dan diterima?


Waktu untuk kita solat fardhu:

Waktu yang digunakan untuk solat fardhu 5 waktu:
1 solat = ± 10 minit
5x solat = ± 1 jam

Maka dalam tempoh 50 tahun, waktu yg digunakan untuk solat:
18250 hari x 1 jam = 18250 jam =
2 tahun



Kesimpulannya...

DALAM TEMPOH WAKTU SELAMA 50 TAHUN YANG KITA MANFAATKAN DI DUNIA, HAKIKATNYA CUMA 2 TAHUN SAHAJA YANG DIPERUNTUKKAN UNTUK SOLAT (tidak termasuk solat2 sunat) (Ini kalau yang solat 10minit! Kalau yang jenis solat macam ayam patuk tanah?)

Mengikut perkiraan, terlalu sedikit waktu yang diperuntukkan untuk kita tunaikan solat fardhu 5 waktu sehari semalam. Hanya 2 tahun daripada 50 tahun kesempatan kita... Itupun belum tentu solat kita itu mendapat pahala dan diterima-Nya.

Dan bagaimana pula sekiranya pahala solat kita selama 2 tahun itu tidak dapat menandingi perbuatan dosa-dosa kita selama 50 tahun??

Dalam percakapan kita, barangkali ada yang dusta...
Dlm pertuturan kita, mgkn ada yg mengguris hati ibubapa kita...
Dlm harta kekayaan, ada waktunya kita kedekut t'hdp org faqir...
Dlm setiap perbuatan kita, tiada jaminan trselamat drpd dosa...


Bukanlah mnjadi suatu perkara yg mustahil apabila dikatakan umat akhir zaman ini kbyknnya kelak akan berhamburan di neraka utk mndapat balasan setimpal atas kelalaian yg dilakukan...

Lihatlah betapa banyaknya masa kita yang terbuang percuma selama kita hidup di dunia yang sementara ini...Sedarilah hakikat bahawa semuanya di dunia ini hanyalah pinjaman semata-mata, dan kelak akan menjadi bencana
...


Penyelesaian:

Tiada kata “terlambat” walaupun waktu dikatakan berlalu dengan cepat! Maka isilah waktu hidupmu di dunia ini sebaik mungkin, dengan hal-hal yang mendatangkan manfaat, baik buat dirimu, mahupun buat yang lainnya…

Ingatlah negeri kita… AKHIRAT,
Dan ingatlah destinasi akhir kita… SYURGA!

Sunday, January 3, 2010

KITAKAH ORANG TERSEBUT??


Siapakah orang yang manis senyumannya?

Orang yang mempunyai senyuman yg manis adalah orang yg ditimpa musibah lalu dia kata "Innaa lillaahi wainnaa illaihi raajiuun." Lalu sambil berkata, "Ya Rabbi, aku redha dengan ketentuanMu ini", sambil mengukir senyuman.

Siapakah orang yang sibuk?

Orang yg sibuk adalah orang yg tidak mengambil berat akan waktu solatnya seolah-olah ia mempunyai kerajaan seperti kerajaan Nabi Sulaiman A.S.

Siapakah orang yang kaya?

Orang yg kaya adalah orang yg bersyukur dengan apa yg ada dan tidak lupa akan kenikmatan dunia yg sementara ini.

Siapakah pula orang yang miskin?

Orang yg miskin adalah orang tidak puas dengan nikmat yg ada, dan sentiasa menumpuk - numpukkan harta.

Siapakah orang yang paling cantik?

Orang yg paling cantik adalah orang yg mempunyai akhlak yg baik.

Siapakah orang yang rugi?

Orang yg rugi adalah orang yg sudah sampai usia pertengahan namun masih berat untuk melakukan ibadat dan amal-amal kebaikan.

Siapakah orang yang mempunyai rumah yang paling luas?

Orang yg mempunyai rumah yang paling luas adalah orang yg mati membawa amal-amal kebaikan di mana kuburnya akan diperluaskan saujana mata memandang.

Siapakah pula orang yg mempunyai rumah yg sempit lagi dihimpit?

Orang yg mempunyai rumah yang sempit adalah orang yg mati tidak membawa amal-amal kebaikkan lalu kuburnya menghimpitnya.

Siapakah orang yang mempunyai akal?

Orang yg mempunyai akal adalah orang-orang yg menghuni syurga kelak kerana telah mengunakan akal sewaktu di dunia untuk menghindari seksa azab neraka.

Siapakah orang yang kedekut?

Orang yg kedekut ialah org yg tidak mahu menyampaikan ilmu yang bermanfaat kepada org lain…


Mudah2an kita semua tidak termasuk dalam golongan mereka yg sibuk, miskin, rugi, sempit rumahnya, dan kedekut.


>> Walau sesibuk manapun dengan urusan duniawi, solat harus diutamakan.
>> Bersyukurlah dengan apa yg kita peroleh kerana sesungguhnya semua itu adalah rezeki buat kita, dan ianya adalah pinjaman semata-mata.
>> Perbanyakkan amal ibadah selagi masih bernafas di dunia ini sebagai bekalan untuk dibawa ke akhirat kelak.
>> Sebar2kanlah ilmu yg bermanfaat kepada org lain, kerana sesungguhnya ilmu bermanfaat yg disebar2kan merupakan salah satu amalan yg berkekalan bg orang yg mengajarnya biarpun dirinya sudah meninggal dunia.


Dalam masa yg sama juga, marilah kita sama2 berusaha untuk sentiasa memperbaiki kelemahan diri dengan menjadikan diri kita sebagai orang2 yg manis senyumannya, kaya, paling cantik, luas rumahnya, dan mempunyai akal, sepertimana yg disebutkan di atas.

Saturday, January 2, 2010

GADIS CANTIK YG BUTA, PEKAK, & LUMPUH


Wanita solehah, yang merupakan wanita pilihan yang tidak terdedah kepada lelaki yang bukan mahram, diumpamakan seperti bidadari yang dipingit di dalam khemah-khemah. Wanita sebegini akan menjadi penghuni syurga, sebagaimana kisah ibunya Syeikh Abdul Qadir Jailani.

Syeikh Abdul Qadir Jailani hasil dari percantuman benih Abu Saleh Janghidost dgn Fatimah. Abu Saleh adalah seorang pemuda yg sgt cinta kpd Allah. Kewarakannya boleh dilihat dari sejarah hidupnya.

MENGAMBIL YANG BUKAN HAK MILIK SENDIRI

Sebelum bertemu jodoh dengan Fatimah, pada suatu hari, seperti biasa Abu Saleh duduk di tepi sungai bertafakur. Kemudian perutnya terasa sangat lapar kerana sudah lama tidak makan. Kebetulan waktu itu dilihatnya sebiji epal sedang terapung-apung di sungai. Lalu diambilnya dan dimakan. Semasa sedang mengunyah, maka teringatlah dia bahawa epal tersebut tentu hak milik org. Abu Saleh merasai dirinya telah melakukan dosa kerana memakan buah epal tersebut tanpa meminta izin drpd pemiliknya terlebih dahulu.




Atas rasa takut kepada Allah, Abu Salleh menyusuri hulu sungai tersebut semata-mata untuk mencari tuan punya epal itu bagi meminta maaf (halal). Setelah berhari-hari berjalan tanpa sebarang bekalan makanan, akhirnya Abu Saleh menjumpai sebatang pokok epal dan yakinlah dia bahawa epal yang dimakan tempoh hari adalah dari pokok itu. Tanpa membuang masa, Abu Saleh terus pergi berjumpa dengan tuan punya pokok epal itu, iaitu Abdullah Saumi yang berketurunan Imam Hussin R.A.

Abdullah Saumi mengenali kewarakan Abu Saleh yang begitu luhur dan berkeyakinan beliau dari keturunan yang baik. Melihat perangai dan akhlak Abu Saleh yang begitu luhur dan mulia, Abdullah Saumi telah jatuh hati dan tidak sanggup berpisah dengan pemuda itu. Lalu Abdullah Saumi membuat helah akan memaafkan kesalahan Abu Saleh tetapi dengan bersyarat. Syaratnya, Abu Saleh mesti berkhidmat dengan beliau selama 12 tahun untuk menguruskan kebun epalnya. Abu Saleh telah menerima hukuman itu dan bekerjalah ia dengan taat selama tempoh tersebut.

MENGAHWINI GADIS BUTA, PEKAK, DAN LUMPUH

Setelah 12 tahun, Abdullah Saumi mengadakan syarat lagi bahawa beliau rela memaafkan kesalahan Abu Saleh sekiranya Abu Saleh sanggup mengahwini anak perempuannya yang buta matanya, pekak telinganya dan lumpuh kedua-dua tangannya serta kakinya. Kemudian mereka mesti tinggal di situ bagi tempoh 2 tahun lagi bagi membolehkan beliau melihat cucunya. Syarat tersebut sungguh berat, tetapi demi mencari keredhaan Allah, diturutinya juga.

Setelah diakad nikah maka masuklah Abu Saleh ke dalam bilik anak perempuan Abdullah Saumi yang sudah sah menjadi isterinya. Alangkah terkejutnya Abu Saleh apabila mendapati wanita di hadapannya mempunyai rupa paras yang sangat jelita dan tidak cacat. Lantaran itu, tidak mahu didekatinya wanita tersebut kerana disangka bukan isterinya.

Abu Saleh segera menemui Abdullah Saumi. Akhirnya orang tua itu menerangkan hakikat kata-katanya kepada Abu Saleh.

"Aku katakan anak perempuanku itu buta matanya kerana dia tidak pernah memandang lelaki yang bukan muhrimnya, pekak telinganya kerana tidak pernah mendengar kata-kata yang tidak benar, lumpuh kedua-dua tangannya kerana tidak pernah menyentuh perkara-perkara yang diharamkan, dan lumpuh kedua-dua kakinya kerana tidak pernah melangkah ke tempat-tempat mungkar."

Selepas itu barulah Abu Saleh mahu menyentuh isterinya. Dan hasil daripada perkahwinan pemuda yang wara’ dengan isterinya yang solehah itu, maka lahirlah seorang anak yang akhirnya membesar menjadi seorang wali Allah yang masyhur dan tinggi ilmunya, iaitulah Syeikh Abdul Qadir Jailani.

MUTIARA INDAH

Demikianlah mutiara indah para wanita solehah, yang betul-betul mencontohi bidadari-bidadari di syurga. Mereka seolah-olah wanita pingitan yang tidak mendedahkan diri dan auratnya di hadapan lelaki bukan mahram. Tidak memandang kepada lelaki dan tidak dipandang oleh lelaki. Memelihara kesucian dirinya daripada terdedah kepada yang bukan mahram…


Notakaki: Secara syara3nya, buah epal yg telah jatuh ke dalam sungai lalu dihanyutkan air itu sememangnya boleh dimakan tanpa perlu minta izin kerana ianya sudah berada di luar kawasan tuan rumah. Namun disebabkan peribadinya yang amat wara’, maka Abu Saleh merasa bersalah lalu berusah mencari tuan pemilik epal tersebut bagi tujuan meminta maaf. Sikap begini adalah sangat mulia dan wajar dicontohi. Lihatlah balasan setimpal yang diterimanya – seorang yang soleh akhirnya pasti akan mendapat pasangan yang solehah. Oleh itu berusahalah terlebih dahulu untuk memperbaiki akhlaq diri… Dan kepada ibubapa yang mempunyai anak perempuan, ujilah terlebih dahulu pasangan anak anda untuk menilai sejauh mana keikhlasan lelaki tersebut…

Friday, January 1, 2010

RASULULLAH MENGETUK PINTU RUMAH KITA



Cuba kita bayangkan… suatu hari, Rasulullah SAW dgn izin Allah SWT, tiba-tiba muncul dan mengetuk pintu rumah kita... Baginda datang dgn tersenyum manis dan muka yg bersih suci menanti kita (tuan rumah) di muka pintu rumah kita… Apa yg akan kita lakukan?

Pastinya kita akan merasa sgt bahagia, memeluk tetamu istimewa kita itu dengan erat, lantas mempersilakan baginda masuk ke ruang tamu kita. Kemudian kita tentunya akan meminta dengan penuh harapan agar Rasulullah sudi menginap beberapa hari di rumah kita.

Baginda tentu tersenyum senang…

Tetapi barangkali kita meminta pula Rasulullah SAW supaya menunggu sebentar di depan pintu kerana kita tiba-tiba teringat akan video CD berunsur 18xxx yg ada di ruang tengah, dan kita tergesa-gesa memindahkan dahulu CD tersebut ke ruang yg agak tersembunyi.

Baginda tentu tetap tersenyum…

Atau barangkali, kita teringat akan lukisan wanita yg agak mengghairahkan yg kita gantung di ruang tamu kita, sehingga kita terpaksa juga memindahkannya ke ruang belakang secara tergesa-gesa. Kemudian dengan segera kita akan memindahkan kalimah Allah dan Muhammad yg ada di ruang sampingan dan meletakkannya di ruang tamu.

Baginda tentu masih tersenyum....

Bagaimana pula andai Rasulullah SAW bersedia menginap di rumah kita?

Barangkali kita teringat bahawa anak kita lebih menghafal lagu-lagu barat daripada menghafal selawat kepada Nabi…

Barangkali kita menjadi malu bahawa anak-anak kita tidak mengetahui sedikitpun sejarah Rasulullah SAW, kerana kita sendiri lupa dan lalai mengajari anak-anak kita…

Baginda tentu tersenyum.....

Barangkali kita menjadi malu bahawa anak-anak kita tidak mengetahui satu pun nama ahli keluarga Rasulullah SAW dan sahabatnya, tetapi tahu pula mengenai anggota Power Rangers atau Penyu Ninja…

Barangkali kita juga terpaksa menukar satu kamar menjadi ruang solat…

Barangkali kita jadi teringat bahawa perempuan di rumah kita tidak memiliki koleksi pakaian yg sesuai untuk berhadapan dengan Rasulullah SAW…

Baginda tentu masih tetap tersenyum.....

Belum lagi koleksi buku-buku kita dan anak-anak kita.. Belum lagi koleksi kaset/CD kita dan anak-anak kita.. Belum lagi koleksi karaoke kita dan anak-anak kita.. Ke manakah harus kita singkirkan semua koleksi tersebut demi menghormati junjungan kita?

Barangkali kita menjadi malu apabila diketahui junjungan kita bahawa kita tidak ke masjid meskipun azan berkumandang menandakan masuknya waktu solat...

Baginda tentu juga tersenyum.....

Barangkali kita menjadi malu kerana pada saat azan Maghrib, keluarga kita malah sibuk di depan TV…

Barangkali kita menjadi malu kerana kita menghabiskan hampir seluruh waktu kita untuk mencari kesenangan duniawi…

Barangkali kita menjadi malu kerana keluarga kita tidak pernah mengerjakan solat sunat…

Barangkali kita menjadi malu kerana keluarga kita jarang membaca Al-Quran...

Barangkali kita menjadi malu bahawa kita tidak mengenal jiran tetangga kita...

Baginda tentu tersenyum.....

Barangkali kita menjadi malu jika Rasulullah SAW menanyakan kepada kita siapa nama tukang sampah yang setiap hari lalu di depan rumah kita...

Barangkali kita menjadi malu jika Rasulullah bertanya tentang nama dan alamat tukang penjaga masjid di tempat kita...

Betapa senyum baginda masih ada di situ.....


Bayangkanlah jika ditaqdirkan Rasulullah SAW tiba-tiba muncul di depan rumah kita... Jika dilihat situasi-situasi di atas, maka apakah yang akan kita lakukan? Masihkah kita memeluk junjungan kita dan mempersilakan baginda masuk dan menginap di rumah kita? Atau akhirnya dengan berat hati kita terpaksa menolak baginda berkunjung ke rumah kita kerana hal itu akan sangat membuat kita kalut dan merasa malu?

Maafkan kami, ya Rasulullah...

Masihkah baginda tersenyum? Senyum pilu, senyum sedih dan senyum getir..... Oh, betapa memalukannya kehidupan kita saat ini di mata Rasulullah.....


Notakaki: Memang benar, situasi ini mustahil sama sekali. Semua sudah sedia maklum bahawa Rasulullah SAW telah wafat, jadi tidak mungkin baginda akan hadir berkunjung ke rumah kita lalu mengetuk pintu rumah kita sebagai seorang tetamu. Tetapi tidak salah untuk kita bayangkan situasi tersebut, untuk mendatangkan kesedaran serta menginsafi segala kesilapan yang kita telah (dan mungkin juga sedang) lakukan samada dalam sedar mahupun tidak.

Saturday, December 26, 2009

CORETAN UNTUK BAKAL ISTERI


Assalamualaikum wrt. wbt.

Untukmu, Bakal isteriku..

Tangan ini mula menulis apa yang telah dikarangkan oleh hati ini di dalam kalbu. Aku mula tertanya-tanya adakah aku sudah seharusnya mula mencari sebahagian diriku yang hilang. Bukanlah niat ini disertai oleh nafsu tetapi atas keinginan seorang muslim mencari sebahagian agamanya. Acap kali aku mendengar bahawa ungkapan "Kau tercipta untukku.”

Aku awalnya kurang mengerti apa sebenarnya erti kalimah ini kerana diselubungi jahiliyah. Rahmat dan hidayah Allah yang diberikan kepada diriku, baru kini aku mengerti bahawa pada satu hari nanti, aku harus mengambil satu tanggungjawab yang sememangnya diciptakan khas untuk diriku, iaitu dirimu. Aku mula mempersiapkan diri dari segi fizikal, spiritual dan juga intelektual untuk bertemu denganmu.

Aku mahukan pertemuan kita yang pertama aku kelihatan 'sempurna' di hadapanmu walaupun hakikatnya masih banyak lagi kelemahan diri ini. Aku cuba mempelajari erti dan hakikat tanggungjawab yg harus aku galas ketika dipertemukan dengan dirimu. Aku cuba membataskan perbicaraanku dengan gadis lain yg hanya dalam lingkaran urusan penting kerana aku risau aku menceritakan rahsia diriku kpdnya kerana seharusnya engkaulah yg harus mengetahuinya kerana dirimu adalah sebahagian dariku dan ianya adalah hak bagimu untuk mengetahui segala zahir dan batin diriku ini.

Apabila diriku memakai kopiah, aku digelar ustaz. Diriku diselubungi jubah, digelar syeikh. Lidahku mengajak manusia ke arah makruf digelar daie. Bukan itu yang aku pinta kerana aku hanya mengharapkan keredhaan Allah. Yang aku takuti, diriku mula didekati oleh wanita kerana perawakanku dan perwatakanku. Baik yang indah berhijab atau yang ketat bert-shirt, semuanya singgah di sisiku. Aku risau imanku akan lemah. Diriku tidak dapat menahan dari fitnah ini. Rasulullah S.A.W pernah bersabda, "Aku tidak meninggalkan setelahku fitnah yang lebih bahaya untuk seorang lelaki melainkan wanita."

Aku khuatir amalanku bukan sebulatnya untuk Rabbku tetapi untuk makhluknya. Aku memerlukan dirimu untuk menghindari fitnah ini. Aku khuatir kurangnya ikhlas dalam ibadahku menyebabkan diriku dicampakkan ke neraka meninggalkan kau seorang diri di syurga. Aku berasa bersalah kepada dirimu kerana khuatir cinta yang hak dirimu akan aku curahkan kepada wanita lain. Aku sukar untuk mencari dirimu kerana dirimu bagaikan permata bernilai di antara ribuan kaca menyilau. Tetapi aku pasti jika namamu yang ditulis di Luh Mahfuz untuk diriku, nescaya rasa cinta itu akan Allah tanam dalam diri kita. Tugas pertamaku bukan mencari dirimu tetapi mensolehkan diriku. Sukar untuk mencari solehah dirimu andai solehku tidak setanding dengan ke’solehah’anmu. Janji Allah pasti kupegang dalam misi mencari dirimu. "Wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik." (Surah An-Nuur: 26)

Jiwa remaja ku ini mula meracau mencari cinta. Matang kian menjelma dan kehadiran wanita amat terasa untuk berada di sisi. Setiap kali aku merasakannya, aku mengenangkan dirimu. Di sana engkau setia menunggu diriku, tetapi di sini aku curang kepadamu andai aku bermain dengan cinta fatamorgana. Sampaikan doamu kepada diriku agar aku dapat menahan gelora kejantananku di samping aku mengajukan sendiri doa diperlindungi diri.

Bukan harta,rupa dan keturunan yang aku pandang dalam mencari dirimu. Cukuplah agama sebagai pengikat kasih antara kita. Saat di mana aku bakal melamarmu, akan ku lihat wajahmu sekilas agar mencipta keserasian diantara kita kerana itu pesan Nabi kita. Tidak perlu alis mata seakan alis mata unta, wajah bersih seakan putih telur ataupun bibir merah delima tetapi cukup cuma akidah sekuat akar, ibadah sebagai makanan dan akhlak seindah budi.

"Kahwinilah isteri kerana empat perkara; keturunan, harta, rupa dan agama. Dan jika kau memilih agama, engkau tidak akan menyesal." Jika aku dipertemukan dengan dirimu, akan ku jaga perasaan kasih ini supaya tidak tercurah sebelum masanya. Akan ku jadikan syara’ sebagai pendinding diri kita. Akan ku jadikan akad nikah itu sebagai cop halal untuk mendapatkan dirimu. Biarlah kita mengikuti nenek moyang kita, Nabi Adam dan Siti Hawa yang bernikah sebelum disatukan agar kita dapat menikmati kenikmatan perkahwinan yang menjanjikan ketenangan jiwa, ketenteraman hati dan kedamaian batin. Doakan diriku ini agar tidak berputus asa dan sesat dalam misi mencari dirimu kerana aku memerlukan dirimu untuk melengkapkan sebahagian agamaku.

Dariku, Bakal Suamimu.


Nukilan: Musafir Hidayah


Notakaki: Alhamdulillah, masih ada lelaki yang berfikiran dan berpendirian sebegini. Hakikatnya mmglah ada, cuma agak sukar untuk kita temui. Namun bersyukur sekali tatkala terbaca warkah ini. Dapat dirasakan penulis pastinya menulis apa yang datangnya dari sebuah hati yang suci. Buat penulis, didoakan semoga dirimu beroleh pelengkap hidup sebagaimana yang didambakan.. Aamiiin.. Buat muslimin, diharap semoga kalian semua punya pemikiran dan pendirian seperti penulis. Dan buat kaum muslimat pula, sama2lah kita memperbaiki diri menjadi insan yang mempunyai akidah sekuat akar, ibadah sebagai makanan dan akhlak seindah budi..

~sabar menanti pelengkap diri yang hanya diketahui oleh Allah SWT~

Sunday, December 20, 2009

YA ALLAH… LEMAHNYA DIRI INI…


Lemahnya diri ini
Baru sikit Allah menguji
Sudah rebah tak mampu berdiri

Lemahnya diri ini
Baru saja bayu dunia menyapa pipi
Sudah melayang tak sedarkan diri

Lemahnya diri ini
Baru sekelumit keindahan wajah diberi
Sudah mula lupa diri

Lemahnya diri ini
Baru sikit kejayaan diberi
Sudah lupa siapa yang beri

Lemahnya diri ini
Baru sikit buat kebaikan
Riak dan ujub bersorak riang

Lemahnya diri ini
Bila suatu kebajikan dimulakan
Tak berdaya nak teruskan
Tiada istiqamah dalam amalan

Lemahnya diri ini
Baru diuji dengan seorang lelaki/wanita
Iman sudah bisu menyepi
Nafsu pula mengawal diri

Lemahnya diri ini
Jalan dakwah kata nak tempuhi
Baru saja melangkah kaki
Beberapa tapak sudah berhenti

Lemahnya diri ini
Nikmat anugerah Ilahi
Biar sudah tak terhitung lagi
Tapi masih lupa mensyukuri

Lemahnya diri ini
Asyik lagha dengan urusan duniawi
Tak pernah khuatir amalan diterima
Atau dipaling

Lemahnya diri ini
Bagaimana nak sahut seruan jihad?
Baru sikit dilukai
Sudah menangis meratapi

Lemahnya diri ini
Lupa matlamat lupa syari’at
Terkejar-kejar yang tak pasti
Leka dibuai syaitan terlaknat

Lemahnya diri ini
Solat yang lima waktu pun sukar dijaga
Amalan sunat apatah lagi

Lemahnya diri ini
Ada aqal untuk berfikir
Tapi masih lagi menurut
Pada nafsu dan jalan karut

Lemahnya diri ini
Asyik ketawa tak kering gusi
Lupa menangis mengingat MATI…


Ya Allah…
Lemahnya diri ini..
Kupohon kekuatan daripada-Mu
Tuntunilah langkahku
Biar hanya mampu merangkak
Itu pasti lebih baik
Daripada terus rebah dalam kaku

Berikanku peluang
Merentasi jalan yang Engkau redhai
Ampunilah kekhilafan semalam
Atas kejahilanku mengenal makna kasih sayang-Mu…

Aamiiin Ya Rabbal 3aalamiin...



Notakaki: Kredit buat penulis asal yang tak dapat saya kenalpasti. Semoga Allah memberkati hidupmu... Sesungguhnya setiap bait kata-kata dalam puisi di atas benar-benar membuatkan diri yang sering leka dan alpa ini merasa sedar dan insaf. Ya Allah... betapa lemahnya diriku ini... Berilah hidayah-Mu kepadaku, dan bimbinglah daku dalam menghadapi liku-liku kehidupan duniawi ini... Tetapkanlah hatiku di jalan-Mu ya Allah... Aamiiin...

~saya yang kini diuji dengan pelbagai dugaan~

Saturday, December 19, 2009

HIJRAH HIDUP SEORANG WANITA


Bersempena dengan Maal Hijrah ni, saya ingin kongsikan bersama pembaca semua sebuah kisah mengenai penghijrahan seorang wanita dalam kehidupan hariannya, atau lebih tepat lagi, dalam menjalinkan hubungan rapat dan mesra bersama teman lelakinya. Kisah yg agak panjang, tapi kalau dapat membacanya sampai habis, inshaAllah akan mendatangkan kesedaran buat mereka yang mungkin masih leka dan alpa…

*******************

Aku tergamam sebentar. Mataku kaku melihat buku Kak Siti, roommateku, yg terdapat di atas mejanya, “111 WASIAT RASULULLAH SAW UNTUK WANITA SOLEHAH”. Bagaikan terpukau, mataku terus memandang buku itu. Entah sudah berapa hari aku merenung buku itu setiap kali Kak Siti tiada. Entah apa istimewanya hingga menarik tanganku utk mengambilnya. Ku belek-belek, kemudian ku baca satu-persatu isi kandungannya, masih tak ku temui bab yg menarik perhatianku, hinggalah akhirnya mataku terhenti apabila terbaca wasiat ke 5: “Jangan buat dosa besar”. Nak baca, tapi ada rasa secebis ketakutan.


Takut pada balasan yg bakal aku terima. Lebih2 lagi bab sebelumnya mengenai ketaatan kpd suami. Apakah pantas aku meletakkan perasaanku pada lelaki yg bkn suamiku? Apakah pantas aku menyerahkan sepenuh jiwaku terhadap insan yg bkn suamiku? Apakah pantas aku memberi ketaatanku pada insan yg bkn selayaknya?

Kepalaku cuba membayangkan semula adegan2 romantis antara aku dan Syam. Cinta pertama yg berputik gara2 tersalah ambil beg ketika minggu suai mesra utk pelajar tahun satu. Syam, lelaki pertama yg mengisi ruang kekosongan hatiku. Dialah insan yg byk memberiku semangat. Dialah insan yg mengeluarkan aku dari kongkongan kisah silam yg telah menghancurkan keyakinanku. Dialah insan yg membalut luka2 di hatiku. Dialah segalanya…

Pertemuan kami dua hari lps di kafe Sri Samping berulang tayang lagi. Mataku masih ingat senyuman manisnya. Tanganku masih merasai belaian tangannya. Telingaku masih ingat setiap perkataan yg dilafazkannya. Rasa terlalu bahagia. Terlalu indah hingga aku tidak tahu apa ayat yg harus ku ungkap utk menggambarkannya. Biarlah pertemuan itu milik kami. Aku tak ingin mengiktiraf kewujudan insan lain di kafe itu. Sekalipun aku dpt rasakan semua mata menjeling tajam ke arah kami. Ingin rasanya ku ajak Syam ke tempat lain yg lebih sunyi dan jauh dari mata manusia, tapi aku tak ingin mencacatkan setiap pertemuan kami.

Mujurlah Kak Siti tak pernah melihat kami bercengkerama di kafe. Peribadinya dan caranya bergaul dgn lelaki membuatku malu jika dia tahu. Rasa cemburu kadang2 menerpa ruang hatiku. Cemburu bagaimana dia boleh hidup tanpa boyfriend. Kadang2 aku ingin seperti dia, tapi… ah, lupakan saja soalan ini. Apa yg nak dicemburukan? Dia tu yg rugi sbb tak merasa betapa indahnya dunia percintaan. Dan aku selalu saja memberi alasan berjumpa utk membuat assignment, ataupun utk buat program. Aku tak tahu sampai bila aku harus menipu Kak Siti. Kak Siti memang tak setuju berjumpa berdua dgn lelaki. Sudah acap kali Kak Siti menasihatiku.


Ah, biarlah manusia mengutuk kami, sbb mereka tak merasa apa yg kami rasa! Tapi utk apa matlamat cintaku pada Syam? Utk berkahwin? Soalan yg hingga kini masih tiada jawapan. Aku juga seperti wanita lain, mengimpikan seseorang yg boleh membimbing aku ke jln yg benar. Syam memang lelaki yg membahagiakan, tapi aku tak pasti adakah dia boleh membimbingku.

Habis tu, utk apa? Sekadar suka-suka? Atau mengisi kekosongan duniaku? Lalu meragut kesucianku? Eh, mana mungkin Syam setega itu! Aku percaya! Tapi bagaimana pula jika nasibku seperti Ina? Kerana cinta pada Danish, sanggup berkorban. Dan kerana cinta dan pengorbanan itu jugalah, akhirnya Ina melahirkan seorang baby sebelum sempat mereka bernikah. Bagai pembalasan, Ina dibuang keluarga. Danish pula hilang entah ke mana. Tak cukup dgn itu, Ina sekarang terpaksa berdepan dgn penyakit tibi yg berjangkit melalui Danish. Tabahkah aku jika nasibku serupa dgnnya? Ya Allah, betapa besarnya pembalasan-Mu di dunia, bagaimana pula di akhirat nanti?

Aku seperti terdengar suara batinku meraung-raung kesakitan meminta utk dikeluarkan dari penjara dosa. Dosa yg telah merantai hatiku. Dosa yg gelap dan suram. Masih adakah cahaya utkku? Tapi, aku memerlukan dahan utk berpaut. Aku memerlukan pondok utk berteduh. Lalu kepada siapakah aku harus mengadu? Hatiku menangis lagi sekalipun zahirnya air mataku tidak jatuh…

*******************

Tut..tut..tut…. Handphoneku berbunyi nyaring di dlm kls. Aku lupa utk silentkan. Semua mata memandang ke arahku. Lecture Dr Asyraf juga tergendala seketika. “Minta maaf Dr”. Aku cuba menenangkan keadaan. Cemas. Takut dimarah. Ku ambil handphone yg ku letak dlm poket kecil beg hijau mudaku. Beg pemberian Syam ketika hari jadiku yg lps. Rupanya mesej dari Syam. Bibirku mengukir senyuman. Senyuman yg tak dpt aku pastikan maksud hatiku.

“I BALIK KAMPUS ESOK. BEST JUGAKLAH LABUAN NI. I BELIKAN SAYANG COKLAT. I NAK JUMPA SAYANG PETANG ESOK, FREE TAK? RINDULAH… : ) ADA SUPRISE UNTUK SAYANG”.

Aku terpempan. Senyuman tadi ku tarik semula. Tidak tahu apa yg harus aku taip. Mmg aku juga bagai nak gila kalau tak jumpa dgnnya walau sehari. Kalau boleh, aku ingin berkepit dgnnya ke mana saja dia pergi. Tapi... buku semalam bermain lagi di kotak fikiranku.

Entah kenapa, hatiku cukup terkesan dgn wasiat Rasulullah. Aku buntu dan keliru di antara dua jalan yg harus aku pilih. Jumpa atau tidak? Dpt aku rasakan iman dan nafsu sdg cuba bertarung merebut hatiku. Dan walaupun aqalku bertindak sbg pengadil, aku keliru utk menentukan siapa pemenangnya.

*******************

Seperti biasa, selepas solat subuh bersama kak Siti, kami ke padang utk berjogging. Satu bilik dgn budak masjid ni, membuatkan tidurku selalu terganggu. Masuk je waktu solat, mesti dikejutkan terutama time subuh dan asar. Jadi terpaksalah aku buat-buat pandai solat. Bukannya susah, ikut je cara Kak Siti, dan yg penting tahu setiap solat ada berapa rakaat. Di rumah? Huh… Jgn mimpi aku solat! Apa tidaknya, sjk kecil aku hanya kenal solat sunat Aidilfitri dan Aidiladha, dan solat Jumaat utk orang lelaki. Hipokritkah aku? Atau inikah yg dikatakan dgn riak?

Aku terpandang lagi buku semalam yg masih ada di atas meja Kak Siti. Teringin sekali ku baca hingga habis. Tapi rasa malu pada kak Siti mengunci mulutku utk meminta izinnya. Rasa malu itu jugalah yg selalu menyekat tanganku utk mengambilnya di depan Kak Siti.

Mesej Syam semalam masih blm berbalas. Iman dan nafsu masih bertarung. Tak pasti bila pertarungan ini akan tamat. Hatiku hanya mampu menjadi penonton sdg aqalku menjadi pengadil, tapi aku tak pasti apa keputusannya. Setelah memakai kasut dan mengunci pintu bilik, kami berlari-lari kecil menuju stadium. Fikiranku masih melayang memikirkan buku semalam. Perlukah aku meninggalkan Syam? Jika tidak, perlukah aku trus membiarkan kami hanyut?

“Kak, boleh tak saya tanya satu soalan?”. Dia memandangku. Tersenyum. Kemudian mengangguk kecil.

“Kenapa kakak tak nak bercinta?”. Dia ketawa kecil. Eh, salahkah soalan aku tu?

“Kakak pun ada perasaan. Semua orang pun ada perasaan. Tak salah bercinta. Islam tak suruh kita matikan nafsu. Bukan salah dan berdosa kalau perasaan itu datang tanpa diundang. Cuma silapnya bila kita gunakan pendekatan barat untuk menyalurkannya."

“Pendekatan barat? Maksud kakak?”

“Mm…Bercinta sebelum kahwin. Itu pendekatan barat. Sedangkan Islam memberikan kita jalan yg paling mulia iaitu pernikahan. Hari Valantine tu siapa yg anjur? Islam tak pernah suruh sambut apa-apa hari percintaan. Tapi sebaliknya kita disuruh meraikan pernikahan.”

Pernikahan? Jadi salahkah percintaan kami? Telingaku seakan panas. Mulutku tak mampu bersuara. Kerongkongku seakan-akan tersekat.

“Maksud kakak, mana ada lelaki normal yg suka pada wanita yg dah dipegang-pegang oleh lelaki lain, yg dah dibawa ke hulu ke hilir. Tapi tengoklah kita sekarang, suami tak rasmi lagi, orang lain dah merasa…”

Jantungku berdegup kencang. Sakit. Pedih. Apa yg akan aku persembahkan pada suamiku kelak? Tanganku? Tangan ini entah sudah berapa ramai yg menyentuhnya. Tubuhku? Tubuh ini juga sudah tercemar. Rambutku? Rambut ini juga sudah berapa kali dibelai. Suaraku? Suara ini apatah lagi. Lalu, apa?

“Ala, macam kereta... Bayangkan perempuan tu macam kereta yg diletakkan di show room, display only. Tapi ada juga yg boleh ditest drive. Lelaki ini mmg suka kalau dilayan. Tapi kalau diberi pilihan, mestilah lelaki normal nak rasmi kereta yg belum disentuh, yg belum terusik, yg belum diguna, kan?”

Kali ini dadaku, jantungku, hatiku, dan benakku semuanya seolah-olah menahan kesakitan yg amat sgt. Amat perit. Aku tertekan. Namun aku cuba control. Tak mahu Kak Siti perasan. Ada suara berbisik, aku ini kategori kereta yg mana satu?

“Tapi sbg seorang muslim, kita kena faham matlamat kita hidup. Kakak tak bermaksud niat kita jaga diri ni utk suami, tapi tubuh badan kita ni pinjaman dari Allah SWT. Amanah Allah. Kita kena jaga baik-baik dan salurkan ke tempat yg diredhai Allah. Ingat tak, bilamana seorang sahabat bertanya kpd Rasulullah SAW ttg seseorang di antara sahabat tu ada yg menuruti nafsu syahwatnya, apakah dia mndapat pahala? Tahu tak apa Rasulullah SAW jawab?”

Aku sedikit gugup utk menjawab soalan Kak Siti. Mana mungkin aku mengingatinya. Bahkan cerita ttg sahabat tu pun aku tak pernah tahu. Sahabat yg ku ingat pun hanya Abu Bakar, Umar, Usman, dan… ah, aku sudah lupa. Kepalaku menggeleng perlahan. Kak Siti tersenyum. Ku harap senyuman itu mencerminkan dia faham keadaanku yg kurang pengetahuan. Kemudian dia bersuara semula.

Rasulullah SAW menjawab (maksudnya): “Bagaimana pendapat kamu kalau dia meletakkan syahwatnya itu pada sesuatu yg terlarang, berdosakah dia? Begitulah. Tetapi kalau dia meletakkannya pada sesuatu yg halal, pasti dia dapat pahala.” (HR Muslim)

“Sbb tu kakak tak nak bercinta. Sbb tu kakak selalu pesan dgn diri kakak, jgn pandang lelaki lebih dari seorang kawan selagi dia bkn suamimu! Kakak takut amanah Allah ni kakak salah gunakan. Suami tu dah lah halal, berkat pula. Lebih2 lagi mahkota kita ni adalah sedeqah buat suami kita.”

Amanah? Aku terlopong. Betapa gentarnya aku mendengar perkataan tersebut dari mulutnya. Teringat ketika di matrikulasi dulu, ustaz Redzwan pernah kata, amanah tu adalah yg paling berat. Serta-merta aku menakup mukaku erat-erat. Air mataku akhirnya tumpah. Tanganku terasa basah. Betapa hinanya diriku. Selama ini aku tidak menjaga amanah Allah SWT. Perlukah aku memutuskan hubunganku dgn Syam?

Tapi… hanya dia sahaja yg membahagiakanku. Bagaimana aku harus hidup tanpa belaiannya? Apakah aku buta kerana tidak menghargai kasih sayangnya? Nafsu dan aqalku kembali bertarung. Kali ini pertarungan lebih sengit. Masing2 tak mahu mengalah. Masing2 mahu menang. Dan aku menjadi mangsa pertarungan ini…

*******************

“Sayang, kenapa diam je?" Syam yg tadinya hanya merenung kebisuanku mula bersuara sambil tangannya cuba merangkul tubuhku. Secara refleks aku mengelak tangannya daripada menyentuh tubuhku walau seinci. Dia agak terkejut dgn tindakanku. Matanya terbeliak besar. Aku kembali kaku. Nafasku keras. Tunduk memandang sky juice yg masih tak ku sentuh. Tak ingin rasanya ku pandang wajahnya. Wajah yg membuat aku lupa diri. Wajah yg membuat aku lupa agama.

Namun… wajah ini jugalah yg pernah memberikan aku kebahagiaan. Aku tersepit antara dua cinta yg harus kupilih. Ikutkan hati, ingin aku lari dari pertemuan ini. Pertemuan yg hanya membawaku ke lembah dosa. Pertemuan yg hanya mengheretku ke neraka. Tapi aku tak dapat menipu diriku. Bahkan kehadiranku di sini kerana aku masih menyayanginya. Kata2 sayang dan rindu yg sering dilafazkannya membuatkan aku rasa bersalah menolak pelawaannya utk berjumpa. Siapa lagi yg akan melafazkan kata2 seindah itu padaku?

Coklat yg dijanjikannya ada di atas meja. Besar. Menyelerakan. Ada sebuah kotak kecil lagi di atas meja. Comel dan berbentuk hati. Dibalut kemas dgn warna pink. Warna kegemaranku. Inikah hadiah suprise yg ingin diberikan kepadaku? Inikah nilai cintaku? Tapi aku masih tak dpt menipu diriku. Aku memerlukannya sbg tempat mengadu. Aku masih memerlukannya sbg tempat bermanja. Aku tak punya siapa di dunia ini.

Ibubapaku? Hmm…. nama mereka pun aku tak tahu dan tak ingin aku tahu. Aku dibuang mcm sampah. Mujurlah masih ada dua insan yg mulia memungut aku. Merekalah tempatku bermanja. Namun mereka telah tiada, meninggal dunia dlm kemalangan semasa hendak mengambil aku di matrikulasi. Pada masa itulah aku mengetahui sejarah hidupku.

Aku bingung, hilang keyakinan dan rasa terhina. Tapi pada siapa harus aku mengadu? Keluarga? Mana mungkin aku dipedulikan lagi. Hadirnya Syam memberikan sinar baru dlm hidupku. Hati yg kelam kembali bercahaya. Hati yg sunyi kembali ceria. Hati yg bingung kembali terurus. Lalu tegakah aku meninggalkannya? Tapi kalau tak, sampai bilakah kami akan trus berdosa? Sampai bilakah aku akan trus membiarkan tubuhku dijelajahinya? Dan sampai bilakah hubungan ini berterusan?

Syam masih merenung wajahku. Masih setia menanti jawapanku. Aku pula masih tunduk mencari kekuatan utk bersuara. Tanganku bermain-main dgn sky juice yg ku pesan tadi. Masih sejuk. Dingin. Sedingin salju di Boston ketika aku melancong bersama keluargaku empat tahun lalu. Sama spt keadaan kami sekarang. Tiada belaian. Tiada kemesraan. Dgn mengumpul kekuatan yg semakin menipis, perlahan-lahan ku tarik nafas dan ku angkat muka. Aku memberanikan diri utk memandang wajahnya.

Anak matanya yg sjk tadi cuba menangkap pandanganku akhirnya ku balas. “Maafkan aku Syam… aku rasa kita patut berhenti di sini…”. Suara wanita siapakah itu? Suara akukah itu? Betulkah apa yg telinga ku dengar? Atau lidahku tersasul? Tapi antara kami tiada siapa lagi wanita selain aku. Akukah? Benarkah aku? Dgn ayat yg terakhir itu, aku undur kerusi. Ingin pergi. Dia terpinga-pinga.

“Kenapa ni, sayang? Sayang ada masalah ke?” Sayang? Perkataan yg keluar dari lidahnya yg lembut itu tiba-tiba bertukar menjadi sembilu yg menikam-nikam hatiku. Tajam. Sekaligus membangkitkan rasa perit yg blm pernah aku rasakan sebelum ini. Serta merta aku mengatup bibir. Antara geram, marah dan sedih. Pintu hatiku ku hempas kuat. Biar ia tertutup rapat. Tak ingin ku buka lagi. Lalu ku cuba memadamkan bait-bait perkataan yg berkumandang di telingaku sebentar tadi.

“Syam, aku bukanlah wanita yg layak menerima panggilan tu. Simpanlah buat isterimu. Jgn terlalu murah berikan perkataan tu pada org yg bkn selayaknya. Aku pergi bkn utk menafikan naluri ini. Tapi kita umat Muhammad yg punya cara teragung mengurus fitrah ini. Islam yg dibawa Baginda sudah cukup jelas. Akhlaq dan peribadi yg ditunjukkan tiada keraguan. Lalu mengapa kita begitu tega meninggalkan suruhannya? Tentu Baginda sedih melihat umat spt kita. Kembalilah Syam...”

Syam memandangku dgn pandangan tajam. Anak matanya tidak bergerak. Kaku. Mcm anak patung kena sawan. Di dalam matanya, dapat kulihat ada warna-warna kecewa. Ada warna-warna duka. Ada warna-warna luka. Nafsuku berbisik, “tariklah ayatmu tadi…” Aku menarik nafas dalam-dalam. Tekanan. Ada rasa bersalah. Tak pernah aku menyakiti hatinya. Tak pernah aku mendukakan hatinya. Tak pernah aku melukakan hatinya. Kerana hati itulah yg pernah menghadiahkan aku secebis cinta. Segunung kebahagiaan. Lalu kerana cinta itu, ku korbankan ketaatanku. Ku korbankan diriku. Ku korbankan segalanya.

Aku memandang semula wajahnya. Wajah yg mengharap simpati seorang wanita. Namun wajah ini jugalah yg pernah memberikan aku selautan dosa. Lalu dgn nada sayu, ku kuatkan hati utk membuka mulut.

“Maafkan aku, Syam…” Aku bingkas bangun dan berpaling. Kemudian kakiku bergerak perlahan. Terasa lemah meninggalkannya, tapi kali ini aku sudah nekad mencari cinta yg lebih suci dan mulia. Cinta yg tidak berdosa. Cinta yg selamat. Cinta yg mendamaikan.

*******************

Syam, kenangan bersamamu masih melekap kuat di ingatanku. Mana mungkin aku melupakannya. Tapi ini tekadku. Kita perlu berhenti melakukan perkara bodoh ini dan melepaskan segalanya. Tiada guna mengharap sesuatu yg tak pasti. Syam, aku akui sememangnya sukar untukku menghentikan hubungan ini, tapi biarlah jiwa ini beku dan kaku tanpa kehangatan kasih sayang itu andai ianya hanya singgah buat sementara. Kasih sayang yg hanya membawaku ke alam khayalan yg terlalu indah namun hakikatnya semua itu hanyalah noda bersulam dosa.

Syam, biarlah jodoh menentukan kita. Yakinlah pada taqdir, andai ada jodoh maka tak ke mana. Andai tiada jodoh antara kita, itulah yg terbaik utk kita. Lelaki yg baik utk wanita yg baik. Lelaki yg jahat utk wanita yg jahat. Kita harus akur pada ketentuan-Nya. Sama2lah kita bina diri, perbaiki setiap kelemahan. Kita masih blm terlambat. Jadikanlah kesilapan semalam pengajaran di hari esok.

Maafkan aku Syam, hubungan ini perlu dihentikan. Suka atau tidak, ia perlu ada penutup sekaligus pembuka tirai episod yg baru pula. Mudah2an di episod baru masih ada ruang utk kita. Masih ada cahaya utk kita. Masih ada title ‘umat Nabi Muhammad SAW’ utk kita. Doaku, moga kau menemui kebenaran selepas ini…

Air mata yg sejak tadi ku tahan mula bertakung mengaburi pandanganku. Namun mata hatiku dpt melihat ada cahaya di sebalik kesuraman yg selama ini menghuni segenap ruang hatiku lantaran dosa yg aku lakukan. Di sudut lain, aku melihat ada benih cinta lain sdg tumbuh di dasar hatiku. Menanti kehadiranku. Cinta yg pasti. Cinta yg tiada penghujungnya. Abadi lagi kekal. Itulah cinta Allah dan Rasul-Nya. Layakkah aku?

*******************

Salahkah hubungan ini? Keliru bertandang lagi di ruang fikiranku. “Cubalah cari sejarah Rasulullah SAW, ada tak kes Nabi kita bercinta dgn Khadijah sebelum berkahwin? Ataupun dgn mana-mana isteri Baginda yg lain?”, soal Kak Siti.

Sejarah Rasulullah? Ingatanku cuba mencari semula setiap saat di sekolah.Cuba mengingat wajah ustaz-ustazah yg mengajar ketika itu. Cuba mengingat buku2 sejarah yg pernah aku baca kot-kot aku boleh ingat semula sejarah Nabi Muhammad SAW. Akhirnya aku harus akur, ingatanku agak limited utk kembali mengingati sejarahnya. Tarikh lahirnya pun aku ingat2 lupa.. 20 Rabiulawal, 12 April kot... yg pasti tahun Gajah!

“Rasulullah SAW tauladan terbaik. Lelaki terbaik. Tak ada sejarah yg mencatatkan percintaan Baginda sebelum berkahwin, melainkan yg diceritakan semuanya percintaan selepas kahwin. Jadi bercinta sebelum kahwin tu dtg dari mana? Kalau dilakukan oleh Rasulullah SAW, bermakna kita yg bercinta sebelum kahwin ni pun mesti dpt pahala sbb mengikuti sunnah Baginda SAW. Mesti para sahabat dan ulama'2 juga berlumba-lumba utk bercinta sebelum kahwin... Ingat tak hadith Nabi SAW?

“Wahai orang muda, sesiapa pun di antaramu yang mampu berkahwin, hendaklah berkahwin, kerana inilah satu cara menahan mata daripada melihat kepada keburukan dan memelihara kamu supaya suci dan mulia Dan sesiapa yang tak mampu, hendaklah berpuasa kerana puasa melemahkan nafsu” (Bukhari wa Muslim)

Rasulullah SAW tak sebut pun pasal bercinta, tak suruh pun kita bercinta. Tapi sebaliknya pernikahanlah yg dianjurkan. Kalau tak mampu, ada cara lain, iaitu dgn berpuasa. Sejajar dgn isi kandungan Al-Qur’an:

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia ciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mahu berfikir.” (Surah Ar-Ruum, ayat 21)

Jadi kalau kita buat apa yg Nabi tak suruh, kita ikut sunnah siapa? Sdgkan perkahwinan itu adalah amalan para rasul terdahulu.

“Dan sesungguhnya Kami telah mengutuskan beberapa Rasul sebelum kamu dan Kami memberikan kepada mereka isteri-isteri dan keturunan……ilaa akhir ayat.” (Surah Ar-Ra’ad, ayat 38)

Panjang lebar penjelasannya. Aku seolah-olah disindir secara halus. Pedih utkku rasa. Pahit utkku telan. Tapi itulah kebenaran yg harus aku terima.

“Kalau lelaki tu baik, pertama sekali, dia akan selamatkan kita dari maksiat. Selamatkan kita dari dosa. Dia takkan pegang2 kita sbb dia tahu tangan kita hanya utk suami. Dia takkan ajak kita berjumpa berdua sbb dia tahu apa hukumnya. Kalau sebelum kahwin lagi dia tak boleh pimpin kita, bagaimana esok lusa? Boleh percaya ke mereka boleh bimbing kita? Dan kalau wanita itu baik, dia akan pastikan lelaki pertama di hatinya adalah suaminya. Lelaki pertama selain mahramnya yg menyentuhnya adalah suaminya. Bukan senang2 je bagi kat lelaki yg entah apa-apa. Dan lelaki ni, walau sejahat mana pun, apabila ingin mengambil seseorang wanita sbg isteri dan seterusnya menjadi ibu utk anak-anaknya, dia mesti nak juga memilih wanita yg baik.”

Aku tunduk. Mukaku merah. Malu. Tapi pada siapa? Pada Kak Siti atau…..? Ada rasa bersalah. Ada rasa berdosa... tapi pada siapa…? Air mataku cuba ku tahan. Tak ingin aku lepaskan depan Kak Siti. Biarlah ia bertakung di tasik hatiku yg kering-kontang dilanda kemarau lantaran dosa yg aku lakukan.

Masih adakah setitis embun yg sudi bertakung di dalamnya? Ku pandang langit hatiku. Gelap. Suram. Tiada bercahaya. Masih adakah mentari yg sudi menyinari segenap ruang hatiku?


“Jadi kak, perempuan yg bercinta tu jatuh maruahnya pada pandangan lelaki?”

“Tentulah! Mana ada lelaki normal yg suka pada barangan ‘second hand’, sedangkan ‘barang baru’ masih ada.”

Dadaku bergetar mendengar suaranya. Tegas tapi berhikmah.

Related Posts with Thumbnails